Susunan Pemain terbaik Indonesia Saat Ini (versi penulis)

Tuesday, April 10, 2012 1 komentar


INDONESIAN BEST DREAM TEAM.
for INDONESIA TO BE THE BEST IN ASIA & WORLD CHAMPION, NOTHING IMPOSSIBLE INDONESIA.


GOALKEEPER (KIPER) :
Kurnia Meiga Hermansyah (AREMA ISL), Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC), Tri Windu Anggono (SAD Indonesia), I Made Wirawan (Persiba Balikpapan).

DEFENDER (BELAKANG) :
Abdul Rahman (Semen Padang), Victor Igbonevo (Pelita Jaya), Reffa Arvindo Badherun Money (SAD Indonesia), M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol), Alfin Ismail Tuasalamony (CS Vise), Mokhamad Syaifuddin (Universidad De Concepcion), Hasim Kipuw (Persija), Gunawan Dwi Cahyo (Arema IPL), Yericho Christiantoko (CS Vise), Diego Michel (Persija IPL).

MIDFIELDER (TENGAH) :
Firman Utina (Sriwijaya FC), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya), Ahmad Bustomi (Mitra Kukar), Yohanes Ferinando Pahabol (Persidafon), Imanuel Wanggai (Persipura), Feri Firmansyah (Universidad de Chile), dan Stefano Lilipaly (FC Utrecht).

STRIKER (PENYERANG) :

Andik Vermansyah (Persebaya 1927), Abdul Rahman Lestaluhu (Club Atlético Peñarol), Titus Bonai (Persipura), Boaz Solossa (Persipura), Greg Nwokolo (Pelita Jaya), Antony Putro Nugroho (SAD Indonesia), Claudius Dipo Alam (Major League Soccer), Sergio Van Dijk (Adelaide United), Patrich Wanggai (Persidafon), Syamsir Alam (CS Vise), Angga Febrianto (SAD Indonesia).

COACH INDONESIA NATIONAL TEAM :
JACKSEN F TIAGO & RAHMAD DARMAWAN.

ASISSTANT COACH 1 :
NEIL MAIZAR

ASISSTANT COACH 2 :
AJI SANTOSO

STARTING ELEVEN “INDONESIAN BEST DREAM TEAM” (4-4-2).

GOALKEEPER (KIPER) :
Kurnia Meiga Hermansyah (AREMA ISL).

DEFENDER (BELAKANG) :
M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol), Abdul Rahman (Semen Padang), Victor Igbonevo (Pelita Jaya), Diego (Persija IPL).

MIDFIELDER (TENGAH) :
Abdul Rahman Lestaluhu (Club Atlético Peñarol), Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya), Yohanes Ferinando Pahabol (Persidafon).

STRIKER (PENYERANG) :
Boaz Solossa (Persipura),
Patrich Wanggai (Persidafon).




STARTING ELEVEN “INDONESIAN BEST DREAM TEAM” (4-3-3).

GOALKEEPER (KIPER) :
Kurnia Meiga Hermansyah (AREMA ISL).

DEFENDER (BELAKANG) :
M. Zainal Haq (Club Atlético Peñarol), Abdul Rahman (Semen Padang), Victor Igbonevo (Pelita Jaya), Diego (Persija IPL).



MIDFIELDER (TENGAH) :
Firman Utina (Sriwijaya FC) , Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Egi Melgiansyah (Pelita Jaya).


STRIKER (PENYERANG) :
Greg Nwokolo (Pelita Jaya), Boaz Solossa (Persipura),
Patrich Wanggai (Persidafon).

“ROAD TO SEAGAMES, AFF CUP, ASIAN CUP U 23, OLYMPIC CUP U 23, AFC ASIAN CUP, WORLD CUP, etc”.

Demi Tuntaskan Polemik PSSI, AFC Bentuk Satgas Rekonsiliasi

Sunday, April 8, 2012 1 komentar

Menindak lanjuti dari Surat AFC yang mengakui kepemimpinan Djohar Arifin di PSSI, AFC akhirnya turun tangan dalam membantu upaya PSSI untuk merangkul klub-klub ISL, dengan membentuk Satuan tugas khusus (Satgas) demi menyelamatkan sepak bola Indonesia dari ancaman sanksi FIFA.

Satgas tersebut dianggotai oleh orang-orang pilihan AFC, diataranya wakil Presiden AFC, Pangeran Abdullah Ibni Ahmad Sultan Shah, Sekjen AFC, Alex Soosay, anggota exco AFC Worawi Makudi, serta Ketua Hubungan Internasional AFC, James Johnson.

Surat AFC yang mengakui PSSI pimpinan DJOHAR

1 komentar

 
Mr. Tri Goestoro
General Secretary
Football Association
of lndonesia

Dear Sir

Football Association of lndonesia

We refer to the attached AFC and FIFA conespondence dated 26 March and 30 March 2012, respectively.

lnparticular, we would like to draw your attention to the establishment AFC of the Task Force Indonesia for the purpose of facilitating a resolution of the current issues facing lndonesian football and FIFA's new deadline of 15 June 2012 to definitively settle these problems.

Kindly be informed that the Task Force has started its work and will inform you shortly of its complete composition, terms of reference and plan.
action

Dato'Alex Soosay
General Secretary

Cc: FIFA

ASIAN FOOTTBALL CONFEDERATION
AFC House, Jatan 1/.t559. Bukit Jalil.
5 Kuala, Lumpur

Pemain Indonesia di Liga Asing (Bagian II)

Thursday, April 5, 2012 0 komentar

Setelah saya melihat timnas Indonesia yang sedang berlaga di AFC Suzuki Cup, saya lihat beberapa pemain naturalisasi di dalamnya. memang kedua pemain naturalisasi tersebut membawa angin segar bagi timnas yang Alhamdulillah melenggang mulus ke putara semifinal. tepapi alangkah bangganya saya dan mungkin seluruh warga Indonesia lainnya jika semua pemain yang bertanding di malam itu pemain tulen dari bumi pertiwi ini…
Jika saya boleh menyarankan PSSI harus merangkul dan mematenkan beberapa pemain muda asli indonesia yang tentunya memiliki kualitas diatas rata- rata dengan bukti bahwa sampai sekarang pemain tersebut masih eksis bermain di liga luar negeri bahkan ada beberapa yang bermain di kasta tertinggi liga masing masing negara…
Berikut ini adalah sepenggal data beberapa pemain berbakat yang dapat saya kumpulkan:

1.Syaffarizal Mursalin Agri (Al Khor junior)

Pemain sepak bola berbakat asal Indonesia telah lahir di Qatar. Namanya Syaffarizal Mursalin. Gw yakin dia tidak pernah masuk dalam radar pemandu bakat dari PSSI. Padahal dia telah berhasil berprestasi di liga negara berperingkat FIFA #95 (Indonesia peringkat #137 per Januari 2010). Pemain berpostur 172 cm dan berat badan 65 kg ini menjadi pemain inti klub Al Khor junior. Dalam kompetisi junior (U-14) Qatar, dia telah mencetak 15 gol. Karena dinilai berbakat, Farri termasuk pemain asing Qatar yang masuk kandidat pemusatan latihan Aspire. Ini merupakan program jangka panjang Qatar untuk membina pemain berbakat yang punya prospek bisa dinaturalisasi menjadi pemain nasional Qatar.Sayang kali rasanya jika talenta muda ini diklaim Qatar,padahal kewarganegaraannya juga Indonesia.

2. Febrianto Wijaya (VfB Stuttgart)

Febrianto Wijaya bergabung di klub anggota Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart. Saat paman Febrianto bernama Pieter Witono dan seorang pebisnis asal Jerman yang juga pengurus Stuttgart, Kurt Jurgen Walter bertemu,Pieter iseng-iseng mengajak pemandu bakat Stuttgart itu menyaksikan Febrianto berlatih di Lapangan Karebosi, Makassar. Tak disangka, Walter langsung tertarik dengan gaya permainan Febrianto.Prestasi Febrianto di pentas sepak bola junior memang cukup mengilap. Mula-mula dia hanya berlatih di SSB MFS 2000, Lalu memperkuat timnas U-14 tahun.Lalu naik kasta ke U-16 dan berlanjut U-17.

3.Irvin Museng (FC Omniworld)

Irvin Museng adalah pesepak bola belia asal Makassar. Asal mulanya adalah saat Irvin dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Makassar Football School (MFS) muncul sebagai juara Danone Cup tingkat nasional tahun 2005. Sebagai juara, MFS menjadi wakil Indonesia di Piala Dunia Danone U-12 di Lyon, Prancis, pada September 2005. Penampilan Irvin di turnamen ini ternyata luar biasa. Ia berhasil menjadi top skorer dengan mencetak 10 gol. Prestasi ini mengundang perhatian banyak pemandu bakat, termasuk dari klub Ajax Amsterdam. Namun proses perekrutannya sendiri tidak mudah. Butuh waktu berbulan-bulan untuk meyakinkan Ajax hingga akhirnya mengirimkan surat resmi untuk merekrut Irvin pada Februari 2006. Saat itu usia Irvin baru 13 tahun. Kini walau secara resmi statusnya adalah milik Ajax, Irvin dipinjamkan ke klub divisi dua Belanda, FC Omniworld.

5. Reggy Jakaria (Almania Sittard)

Dia bukan merupakan pemain keturunan Indonesia – Belanda seperti kebanyakan pemain – pemain sepakbola di Belanda yang kita kenal. Tapi Reggy merupakan anak asli Indonesia dan khususnya berasal dari kota Cirebon. Nama lengkap Reggy adalah Reggy Jakaria. Mendengar keterangan dari ayahnya, semangat Reggy untuk membantu memajukan sepakbola Indonesia sudah sangat terlihat dari kecil dimana ia meminta sendiri untuk berlatih dan sekolah khusus olahraga dan khususnya bidang sepakbola di Belanda. Saat ini Reggy bermain untuk sebuah klub di Sittard yang bernama Almania Sittard dan posisinya adalah merupakan pemain sayap kanan.

6,7. Syamsir Alam & M. Zainal Haq (C.A Penarol)

Syamsir AlamSyamsir Alam 
M. Zainal HaqM. Zainal Haq 
Dua pemain timnas SAD (Sociedad Anonima Deportivo) yang tampil di kompetisi ‘Torneo de Honor Quarta Division Uruguay’, yaitu Syamsir Alam dan Mochammad Zainal Haq mendapatkan kesempatan emas untuk mengembangkan kariernya. Kedua pemain ini dipinjam oleh klub CA Penarol, Uruguay, untuk musim 2011.
CA Penarol adalah salah satu klub terbaik Uruguay. Klub berjuluk Aurinegros itu pernah lima kali menjuarai Copa Libertadores dan tiga kali juara Piala Interkontinental. Menurut federasi sejarah dan statistik sepakbola (IFFHS), Penarol dinobatkan sebagai klub terbaik Amerika Selatan abad ke-20.
“Mereka akan bergabung mengikuti latihan tim Penarol pada Januari 2011 untuk mengikuti tes penempatan. Keduanya sudah pasti akan membela tim Penarol U-19 di kompetisi Quarta, tetapi tidak tertutup kemungkinan bermain di tim senior yang berlaga di Liga Primer Uruguay,” kata manajer timnas SAD, Demis Djamaoeddin, di sekretariat PSSI, 22 November 2010.

8. Rigan Agachi (FC. Gecdrop Houta Boras)

Rigan Agachi, menyatakan kalau dirinya tidak menutup kemungkinan membela salah satu klub Indonesia dan juga timnas ‘Merah Putih’. Apalagi ia memang orang Indonesia tulen. pemain klub Gecdrop Houta Boras yang tergabung dalam Divisi 1 Liga Belanda itu tampaknya belum ingin kembali bermain di Indonesia dalam waktu dekat karena karirnya masih bagus di Belanda.
Agachi yang berayahkan orang Sukabumi dan memiliki ibu asli Jakarta tersebut memang terlihat antusias bisa berada di Tanah Air lagi. Ia pun masih ingin dan memiliki kans membela timnas Indonesia.

9. Eriyanto (AC Milan)*


Eriyanto sukses membawa Timnya menjadi juara di kompetesi Milan Junior Camp Day Tournament yang diselenggarakan di San Siro, Milan.Pada Kompetisi itu,Pemain berusia 14 tahun ini memperoleh gelar The Best Captain. Kabar terbaru yang sampai sekarang masih diperdebatkan yaitu Eriyanto Dikontrak oleh team AC Milan Junior

Pemain Indonesia di Liga Asing (Bagian I)

0 komentar

Setelah era Robby Darwis, 2 pemain didikan PSSI Primavera meneruskan kiprah pemain Indonesia di liga asing, mereka adalah
1. Kurniawan Dwi Yulianto

Pemain kelahiran Magelang,13 Juli 1976, ini merupakan salah satu pemain fenomenal Indonesia. Berbakat dan tampan, kombinasi yang pas bagi seorang atlet untuk menjadi terkenal. Sayangnya ketenaran ini pula yang membawanya sempat menjalani hidup penuh pesta, dan terjerambab kasus narkoba. Namun tak lama, Ade, panggilan akrabnya bangkit dan meraih sukses kembali.
Pada tahun 1993 – 1994, Ade bergabung dengan PSSI Primavera yang berlatih di Italia, dan sempat membawanya bergabung dengan Sampdoria. Ade pun meneruskan karirnya di FC Luzern Swiss, sempat tampil selama 10 kali dan mencetak 1 gol, adalah catatannya selama berkiprah di Swiss pada tahun 1994 – 1995. Setelah itu Kurniawan pulang ke Indonesia dan memperkuat beberapa klub.
Pada tahun 2006, Kurniawan pun dikontrak Sarawak FA, klub liga Malaysia, namun hanya semusim disana, Kurniawan pun kembali ke Indonesia. Kini Kurniawan membela Persela Lamongan.
2. Bima Sakti Tukiman

Gelandang bertahan yang mempunyai senjata andalan tendangan geledek ini juga lulusan PSSI Primavera. Setelah selesai di Primavera, Bima Sakti bergabung dengan Helsingborg IF di liga Swedia pada tahun 1995/1996. Hanya satu musim, Bima sakti kembali ke Indonesia, dan kini bermain bersama Persema Malang.
3. Kurnia Sandy

Satu lagi pemain jebolan PSSI Primavera. Kiper andalan tim nasional pada era 1990an ini, pernah bergabung selama satu tahun dengan Sampdoria, selama setahun. Walau belum sempat tampil pada pertandingan resmi, namun bergabungnya Sandy, merupakan salah satu kebanggaan fans sepakbola Indonesia saat itu.
4. Rocky Melkiano Putiray.

yang diframe merah
Pemain eksentrik kelahiran Maluku 26 Juni 1970, merupakan salah satu striker tajam Indonesia. Mengawali karir profesional di Arseto Solo, Rocky mudah dikenali dengan gaya rambutnya yang unik, dan kerap kali mengecat rambutnya dengan berbagai warna.
Salah satu pemain Indonesia yang sukses di liga asing ini, pertama kali mencoba peruntungannya dengan bermain di liga Hongkong, bersama Instant Dict, pada tahun 2001. Bermain dalam 15 pertandingan, Rocky sukses mencetak 20 gol. Pada tahu 2002 – 2004, Rocky pindah ke Kitchee FC. Selama 2 tahun disana, dia sukses menjadi andalan dengan 41 gol dari 20 pertandingan. Kemudian pada 2004 – 2005, Rocky bergabung dengan South China AA. Dari 25 pertandingan, Rocky sukses menjebloskan 15 gol. Musim 2005 ini merupakan akhir petualangan Rocky di liga Hongkong, karena setelah itu, dia kembali berkiprah di Indonesia.
Satu lagi catatan manis Rocky, adalah ketika ia mencetak 2 gol ke gawang AC Milan pada 31 Mei 2004, pada pertandingan persahabatan antara Kitchee FC dan AC Milan, yang dimenangkan Kitchee FC dengan skor 2 – 1.
5. Bambang Pamungkas

Saking tajamnya striker yang satu ini, bahkan sempat diisukan bahwa Bambang diincar Derby County, Klub liga Inggris.
Bambang sempat 2 kali bermain di liga Asing, yaitu ketika memperkuat EHC Norad pada tahun 2000 / 2001, di divisi tiga belanda. Bermain sepuluh kali, Bambang mencetak 7 gol.
Kemudia karir di liga asingnya diteruskan di Liga Malaysia, dengan bergabung bersama Selangor FC pada musim 2005/2006, yang saat itu masih bermain di divisi utama. Disinilah bambang mencetak sukses, berduet dengan Elie Aiboy, Bambang mencetak 39 gol dari 42 penampilan, dan membawa Selangor FA meraih treble winner.
6. Elie Aiboy
Kostum Merah
Winger Indonesia ini, bergabung ke Selangor FC, bersama Bambang Pamungkas. Lincah di sayap dan umpan mematikan, Elie merupakan salah satu penentu faktor kesuksesan Selangor FC.
Kehadirannya bersama Bambang bukan hanya mendongkrak prestasi klub, tetapi juga mendongkrak sisi komersial Selangor FC, karena terbukti setelah mereka bergabung, jumlah penonton Selangor FC naik drastis.
Elie sempat kembali bergabung dengan Selangor FC pada musim 2008.
7. Ilham Jayakesuma

kostum merah
Salah satu striker lokal yang sempat jadi pemuncak top skor Liga Indonesia ini, dikontrak klub Malaysia, MPPJ Selangor pada tahun 2005. Sayang disana Ilham menderita cedera parah dan gagal menorehkan kiprah yang manis.
8. Ponaryo Astaman

Sebagai gelandang bertahan, Ponaryo berhasil menampilkan permainan apik, dan itupula yang membawanya dikontrak Melaka TMFC pada musim 2006 – 2007, yang kabarnya nominalnya mencapai 1 miliar lebih.
9. Budi Sudarsono

Si ular Piton, demikian julukan striker lincah, dengan dribiling dan speed ciamik ini. Budi sempat bermain selama 4 bulan di liga Malaysia, pada musim 2008 bersama PDRM FC.
Selain itu, masih ada Jajang Mulyana dan Riyandi Ramadhanaputra yang dikirim Pelita Jaya untuk belajar di klub Boavista Club Brazil pada tahun 2008. Jajang saat ini sudah kembali bergabung dengan Pelita Jaya, sedangkan Riyandi masih bergabung dengan Boavista.
Jajang Mulyana
Riyandi Ramadhanaputra
Pada tahun 2005 pun, sempat ada pemain Indonesia yang dikontrak klub Malaysia, yaitu Ramadhani Fitriadi yang bergabung dengan Perak FC. Menurut berita Kiprah Ramadhani tidak berlangsung lama di liga Malaysia.

Hello World!

0 komentar

This is my first posting in Fans Garuda di Dadaku :)
"Maju Terus Sepakbola Indonesia"